Jangan Salah Arti. Hadir dan Lahir adalah Dua Hal Berbeda

Jangan Salah Arti. Hadir dan Lahir adalah Dua Hal Berbeda

Ada setidaknya dua istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan keberadaan baru sebuah entitas yakni Hadir dan Lahir yang keduanya sering digunakan silih berganti sehingga menjadi seolah satu arti.


Padahal makna dua istilah tersebut teramat sangat berbeda. 

Menurut KBBI:

Lahir adalah keluar dari kandungan dan Hadir berarti datang.

Namun pada penggunaannya di masyarakat dan dalam kehidupan sehari hari, kedua istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sama .

Misal saja : Alih-alih untuk menyebutkan "Kelahiran si buah hati", dalam konteks tertentu justru menyebut "Kehadiran si buah hati". 


Hal tersebut tidak hanya terjadi pada penyebutan kelahiran bayi, melainkan banyak sekali melibatkan banyak hal yang lain. 

Dan dari kerancuan tersebut, maka muncul persepsi baru bahwasanya kehadiran dan kelahiran merupakan dua hal yang berarti sama sehingga kemudian muncul gagasan bahwa sesuatu yang muncul merupakan sesuatu yang hadir/datang dari tempat lain. 


Beberapa waktu lalu saya terlibat dalam obrolan langsung yang membahas mengenai korek api. 

Ketika korek api dipantik maka akan mucul api, dan kemudian kita lepaskan tekanan gas pada korek api atau kita tiup, maka api kemudian hilang. 

Teman ngobrol saya nanya "Kemana api itu kembali ?"

Mendengar pertanyaan tersebut saya sedikit terkejut, kenapa harus kembali ? 

Beliau ini mengatakan bahwa "api yang datang kemudian pasti kembali ke asalnya". 

Lantas kenapa harus datang dan kembali ? Kenapa tidak lahir dan kemudian mati ? Yang logikanya memang seperti itu. 

Merujuk pada pandangan tersebut, mungkin kita bisa membuat gambaran seperti ini :

Disaat kita memantik korek api jenis apapun berarti kita mengakses database api dimana disana api itu hidup kemudian kita mengundang api tersebut untuk datang, maka nyala lah api jika undangan kita diterima. Jika tidak, maka api itu tidak akan muncul (Biasanya kita memantik korek berulang-ulang namun api tidak kunjung muncul :red). Dan jika kita menyudahi itu, maka sosok api ini akan kembali ke habitat semulanya.

Hmm ?

Untuk mengetahui darimana asal api, kita tidak perlu mengetahui bagaimana cara kita mengakses database api karena memang itu tidak ada, maka yang perlu kita pahami adalah apa itu api dan mengapa dia bisa muncul.

Api adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 (tiga) unsur yaitu: panas, udara dan bahan bakar yang menimbulkan atau menghasilkan panas dan cahaya


Dengan kata lain, api tersebut adalah lahir/muncul dan bukan datang. Sehingga api yang barusaja kita nyalakan bukanlah api yang sama dengan api sebelumnya. 


Sampai disini seharusnya kita sudah paham dengan konsep kelahiran segala sesuatu termasuk Bayi yang sering dikatakan sebagai sosok yang hadir.

Bayi merupakan hasil dari pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi di dalam rahim. Dengan asupan nutrisi yang cukup, maka benih ini kemudian menjadi janin dan seterusnya hingga menjadi bayi. Dalam proses pemberian nutrisi ini si indung telur bisa membuat janin/benih ini mengarah pada gender tertentu. Namun karena banyak orang yang bahkan mungkin tidak tahu/tidak percaya akan hal ini maka kemudian munculnya gender pada bayi disebut sebagai ketentuan yang maha kuasa.


Setelah kita sedikit mengerti bahwa proses kelahiran anak merupakan perjalanan panjang, maka disana seharusnya kita bisa menyimpulkan bahwa Kehadiran Buah Hati/Bayi adalah keliru. Yang benar adalah Kelahiran ketika ia keluar dari rahim indungnya. 

Pandangan Kehadiran/Kedatangan bayi ditengah masyarakat mungkin yang kemudian menjadi latar belakang dari film kartun Boss Baby dimana disana ada perusahaan bayi yang mencetak ribuan bayi kemudian di order oleh pasangan yang ingin memiliki anak. 

Jika konteksnya seperti itu, betul bahwa si bayi datang dari tempat lain. 

"Yang datang itu ruh bayi nya bukan si jasad bayinya". 

Mungkin ada yang beranggapan demikian bahwa yang disebut sebagai manusia adalah sisi terdalam dari anak manusia itu sendiri sedangkan badan hanyalah jazad atau avatar yang ditempatinya.

Hal ini umumnya datang dari kepercayaan dalam suatu ajaran Agama yang kemudian harus diyakini oleh penganutnya tanpa pernah boleh bertanya. 


Baiklah, bahasan mengenai Ruh akan dibahas di artikel lain biar tidak tercampur baur menjadi satu kesatuan yang membingungkan. Gambaran saja bahwa, hidupnya bayi dalam kandungan (memiliki ruh) membutuhkan proses pembentukan janin hingga usia 4 bulan dimana dalam kondisi tersebut janin ini sudah menjadi bayi yang memiliki organ penting dalam tubuh seperti jantung yang memicu kehidupan. 

"Hey ini soal keyakinan yang harus dipercayai"

Meyakini sesuatu tanpa dasar pengetahuan merupakan tindakan bodoh.


Kembali ke topik masalah bahwa kemunculan sesuatu tidak selalu harus kehadiran melainkan kelahiran. Berbeda dengan kehadiran tamu undangan, jelas itu adalah kedatangan sosok dari tempat lain.

Sebuah produk ponsel baru di announce  tanggal 25 januari dan masyarakat sudah bisa pre-order tanggal 30 januari, sementara ponsel akan dipasarkan mulai 1 februari dan bisa mulai diterima tanggal 14 februari.

Disana jelas bisa dilihat kapan ponsel tersebut lahir, di distribusikan dan kapan mereka hadir di tengah masyarakat.

Sebuah bayi tidak melalui proses distribusi. Dibuat > Proses pembuahan + Pertumbuhan janin > Lahir > Sampai ditangan (Langsung dari pabrik).

Dan ketika ponsel tersebut mati, akankah mereka disebut pergi ? karena yang datang pasti akan pergi atau kembali ? 

Seharusnya, hal itu juga terjdi pada makhluk hidup bahwa yang hidup pasti mati, namun kemudian mengapa ketika seseorang meninggal disebut pergi ? 

Anggapan ini bermula karena percaya bahwa makhluk yang terlahir adalah makhluk yang datang dari alam lain dan kemudian pergi. Melupakan bahwa Hidup X Mati.