Upgrade iPad

Upgrade iPad

 Halo lagi semuanya…. apa kabar ?


Sebenarnya tidak ada yang ingin saya bicarakan saat ini, hanya saja saya ingin menulis sekalian test drive keyboard baru yang sebenarnya tidak baru juga, yakni Smart Keyboard Folio yang baru nyampe hari ini.

Keyboar yang saat ini saya gunakan untuk menulis ini yang saya rasa sangat tidak menyenangkan atau tidak enak digunakan. 

Smart Keyboard Folio yang resmi milik Apple sejauh ini masih dijual dengan harga hampir 2 jutaan di marketplace untuk iPad pro 12.9 inch yang saya pikir itu bukan harga yang murah untuk ukuran keyboard (apalagi dengan kualitas seperti ini).

Lalu kenapa saya memakai Smart Folio Keyboard yang padahal sudah ada Apple Magic Keyboard yang lebih modern dan lebih enak dipakai ?

Ceritanya pendek dan akan sedikit saya ceritakan..

Disclaimer dulu bahwa saya sangat anti dengan Keyboard case bahkan sejak di Surface Pro karena memang kebutuhan saya dengan para tablet ini adalah untuk menggambar, bukan menulis atau mengetik yang semua hal itu bisa dilakukan di PC maupun laptop.

Dan untuk Smart Keyboard Folio khususnya, saya terbilang teramat sangat anti dan sama sekali tidak terbayang saya menggunakan benda itu apalagi memilikinya, dengan pertimbangan bentuk dan fungsi yang tidak menarik ditambah harga yang tidak logis.

Tapi …ok saya ceritakan

Sejak 2019 awal saya berpindah dari Surface Pro 4 ke iPad pro 2018 yang merupakan generasi pertama iPad dengan bentang layar 11 inch yang menurut saya sangat nyaman digunakan dan nyaman dibawa kemana-mana yang mana sebelumnya saya selalu membawa Surface Pro saya kemanapun saya pergi karena memang suka mampir nongkrong dan melanjutkan kerjaan secara random dimanapun mood itu datang.

Karena saya sangat baru sebagai Apple user dan saya tau memang harga iPad pro itu tidak murah, maka saya memilih ukuran 64Gb (varian terendah) yang saya rasa sudah sangat cukup untuk menopang semua kebutuhan produktif saya.

Dan terbukti, iPad Pro saya bertahan hingga sekarang dan tidak pernah mengalami masalah sama sekali.

Hanya saja belakangan ini karena saya meningkatkan produktifitas yang tidak normal, ukuran storage 64 GB kemudian menjadi masalah. 

Kenapa tidak menggunakan iCloud ? Oh saya pakai, tapi yang paling rendah dan langsung penuh dengan data yang entah darimana. Dan kebetulan juga saya sudah tertarik sejak tahun lalu untuk upgrade iPad ke M1 yang katanya jauh lebih bagus dari 2 edisi sebelumnya.

Dan karena seri 12.9 inch punya sentuhan yang berbeda dengan seri 11 inch dari teknologi layar yang digunakan, maka saya penasaran dengan iPad pro 12.9 M1 keluaran 2021.

Hey, sekarang kan sudah ada seri M2 yang paling baru, kenapa tidak upgrade kesitu saja ?

Tidak.

Upgrade dari M1 ke M2 yang hanya penambahan fitur kamera yang tidak akan saya gunakan dan Pencil hover yang justru mengganggu menurut saya sangat tidak layak untuk dicoba dengan harga retail di angka 18 jutaan untuk varian 128 GB.

Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk meminang iPad pro 12.9” M1 keluaran 2021 dan saya cari yang second tapi masih mulus.

Semingu saya ubek-ubek tokopedia untuk menemukan iPad pro M1 yang tidak mahal dan masih mulus dengan range dibawah 13 jutaan, susahnya bukan main. 

Sempat tertarik untuk mengambil varian 512 karena memang masalah utama saya adalah storage, namun jika harus membayar 17 juta saya masih keberatan. Toh 64GB juga bisa bertahan selama 4 tahun terakhir.

Akhirnya saya memilih untuk mengambil yang varian 128Gb atau naik 100% dari yang saya punya sebelumnya.

Setelah nego sana sini (hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya di Tokopedia), sempat saya order dan siap dikirim, hanya saja karena ternyata saya menemukan harga yang lebih murah di toko lain, saya batalkan dan merelakan cashback 400k hilang begitu saja haha.

Dan sialnya, toko yang lebih murah itu rupanya menjual item yang sudah tidak mulus dengan dent dimana-mana dan cukup parah, sampai akhirnya saya cancel dan mencari di range harga yang lebih tinggi.

Akhirnya nemu lah saya iPad Pro 12.9” 128 GB yang masih sangat mulus dan sudah dilengkapi dengan Screen guard dari Paperlike dan skin premium di bagian body belakangnya. Setidaknya itu yang disebut oleh seller. Dan tentunya dengan kondisi yang sangat OK katanya. iBox pula, yang biasanya harga retailnya lebih mahal dari versi internasional.

Namun sayangnya, item ini dijual bundling dengan Apple Pencil dan Smart Keyboard Folio yang disebut satu paket pembelian iBox.

Yang padahal saya tidak butuh Keyboard dan juga Apple Pencil karena saya bisa menggunakan yang lama. Tapi yasudah, karena saya rasa harga yang ditawarkan cukup masuk akal, maka saya coba order.

Rupanya toko ini merupakan toko yang sama dengan yang menjual varian 512 yang sempat saya lirik dan hubungi. Dan rupanya juga, admin toko ini sangat jutek untuk orang yang mencoba nego. 

Mengingat itu, saya sebel dan itu juga yang membuat saya memutuskan untuka order di toko satu ini.

Dengan syarat Asuransi pengiriman harus di nonaktifkan, karena saya tidak ingin membayar pihak yang saya tidak ada berurusan dengannya.

Nah oleh karena itulah , akhirnya saya menggunakan Smart Keyboard Folio yang hingga baris ini saya masih tidak nyaman mengetik ini ditambah dengan suara yang sangat berisik.

Niat sebelumnya sih miungkin Keyboard ini akan saya gunakan sebagai case dan pencil bisa dijual ulang karena memang masih sangat bagus dan mulus. Sembari saya jual iPad pro 11” saya yang sudah menemani saya selama 4 tahun terakhir dan sudah menghasilkan ratusan juta.

Tapi kemudian, karena rupanya ukuran 12.9” yang nyaris 13 inch ini masih terasa cukup asing bagi saya, mungkin saya sedikit berubah pikiran untuk mempertahankan dulu semuanya dan menggunakannya secara bergantian. Tapi tidak tau juga kedepannya dimana pertimbangannya adalah harga jual yang kian menurun seiring berjalannya waktu.

Oh iya satu lagi, menggunakan keyboard tanpa trackpad ataupun touchpad rupanya sangat kurang nyaman dan berbeda dengan mengetik di laptop. ya meskipun justru kita bisa menggunakan sentuhan layar pada iPad, tapi sepertinya touchpad lebih nyaman layaknya macbook.

Karena sepengalaman saya yang juga sempat menggunakan Envy x360 yang merupakan laptop dengan dukungan layar sentuh, saya bahkan lupa bahwa ia punya touch screen saat dalam mode laptop. Sehingga layar sentuh di laptop pun saya rasa sangat tidak dibutuhkan. Dan mungkin itu pula yang membuat Macbook hingga hari ini tidak menggunakan panel touch screen pada layarnya. Karena memang tidak berguna.

Ok, sampai baris ini saya sudah mulai terbiasa dengan bunyi dan sensasi mengetik di Smart Keyboard Folio dari Apple ini, meskipun memang tidak seenak ngetik di Macbook, namun keyboard ini cukup mendukung saya membuat tulisan sepanjang ini. 

Mungkin, semua akan terasa normal dan tidak ada kendala sama sekali jika dibiasakan mengetik di Keyboard case ini meskipun memang, iPad Pro ini tidak dibeli untuk menulis melainkan untuk menggambar yang dengan kata lain, Keyboard ini memang hanya bertugas sebagai casing saja.

Ok baiklah , memang tidak ada yang penting yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini.

Hanya saja, upgrade perangkat produksi seharusnya membawa dampak baik jika bisa digunakan dengan baik dan tetap berjalan di jalur yang sama. Bukan malah justru menghambat produktif dengan mengubah fungsi utama ke fungsi yang tidak seharusnya seperti halnya yang sedang saya lakukan sekarang.

Tujuannya buat gambar malah ngetik tidak habis-habis hehe.