
Berpulang dan Mengapa
Disclaimer : Tulisan ini ditulis dari sudut pandang pribadi dan tanpa ada tujuan untuk mendiskreditkan sesuatu apapun selain dari berbagi informasi dari sudut pandang yang lain.
Berpulang dan mengapa ?
Kemudian pertanyaannya adalah mengapa kata Pulang dengan arti kembali ke asalnya/kembali yang diberi awal ber- memiliki arti yang jauh berbeda dari kata dasarnya ?
Sebelumnya saya sempat menulis artikel mengenai Hadir dan Lahir yang bisa anda baca sebagai referensi dan sekaligus sebagai sumber dari topik yang kita temui hari ini.
Dan jika anda membaca artikel saya tersebut, disini jelas sekali kita bisa menemukan jawaban dari "Mengapa" atas dasar perubahan arti pada kata Berpulang.
Mari kita jabarkan.
Hal ini terjadi tidak lepas dari kecenderungan pengaruh dari budaya masa lampau yang entah dimulai sejak jaman apa, yakni kepercayaan akan seseorang atau makhluk memiliki Ruh yang datang dari tempat lain mengisi jasad yang lahir ke muka bumi. Dan kepercayaan ini terus diyakini hingga saat ini dan mempengaruhi banyak hal yang salah satunya adalah kata Berpulang ini yang umumnya dikhususkan untuk menyebut meninggalnya seseorang yang terhormat. Atau dalam kata lain kata "Berpulang" digunakan untuk mengganti kata meninggal dalam konteks yang lebih tinggi.
Memang tidak ada yang salah dalam hal ini mengingat kebiasaan ini sudah menjadi budaya di Indonesia. Tentu jika dilihat dari norma sosial dan budaya mengingat bahasa dan kata atau istilah ini sudah menjadi pemahaman bersama.
Namun jika dikembalikan ke bentuk asalnya, maka hal ini bisa menjadi salah kaprah. Kenapa ?
Salah paham
Seperti yang sudah saya singgung diatas bahwa munculnya istilah "Berpulang" berangkat dari suatu anggapan masa lampau yang mengatakan bahwa kelahiran merupakan kedatangan dari tempat lain yang bahasan ini sudah saya bahas di artikel tercantum diatas.
Dengan dasar paham yang salah ini tentu berdampak pada pola pikir dan pengembangan yang salah sehingga membuat istilah yang tidak tepat kemudian.
Kata berpulang lebih merujuk seuatu perjalanan balik arah ke tempat asalnya, dimana hal ini berbeda dengan pergi. Dasar paham ini merujuk pada kepercayaan bahwa makhluk di dunia ini bersalah dari dimensi lain, singgah di dunia ini sementara dan kemudian pulang kembali ke tempat asalnya.
Kaitanya tentu dengan skema Kehadiran.
Budaya
Sedari dulu kita dikenalkan dengan istilah Budaya timur dan barat yang keduanya bertolak belakang. Dan Indonesia masuk dalam jajaran budaya ketimuran, bukan budaya timur. Yang artinya cenderung ke arah timur dan belum sampai yakni masih di tenggara haha. Enggak, maksudnya adalah Indonesia lebih cenderung mengadopsi budaya timur yang memiliki kepercayaan berbeda dengan budaya barat dalam banyak aspek dan salah satunya yakni keyakinan dan pengembangannya.
Jika kita menilik KBBI, kata pengganti untuk kata mati itu ada banyak sekali dan beberapa justru kontradiktif seperti misal Mangkat dan Berpulang. Yang jika dikembalikan ke kata asli dan artinya Mangkat berarti Berangkat/Depart dan Berpulang berarti Pulang/Return/Kembali.
Namun balik lagi ke masalah budaya dan kepercayaan, sehingga kata asli dan maknanya pun bergeser.
Padanan
Dalam bahasa Inggris misalnya, untuk mewakili kata mati memiliki banyak kata juga semisal Dead,Die, Past Away, Depart dan lainnya yang jika dikembalikan ke dasar artinya lebih memiliki kecenderungan menggambarkan sebuah akhir dan awal yang baru.
Hal ini berbeda dengan pulang, yang sama sekali tidak memiliki arti awal yang baru atau sebuah akhir dalam sebuah siklus.
Kasus contoh, si A datang ke suatu kota, sebut saja Kota B kemudian setelah menetap beberapa saat kemudian ia pulang kembali ke kota asalnya.
Dari kasus diatas anda bisa melihat dimana awal dan dimana akhirnya ? Jika jawaban anda "Ya", silahkan sampaikan di komentar.
Dalam kasus si A ini, kita bisa menemukan titik awal dan akhir dalam siklus tersebut dengan bertumpu pada sudut pandang Kota B. Namun hal itu bukan sebenarnya yang terjadi, karena si A ini hanya berpindah dari kota asalnya kemudian muncul di Kota B. Ia bukan lahir, melainkan hadir. Dan ketika ia pergi kembali ke kota asalnya, ia berpulang. Memang bisa disebut pergi dengan tetap bertumpu pada sudut pandang Kota B dengan dasar "Ditinggalkan" entah kemanapun tujuannya, entah kembali ke asalnya maupun pindah ke kota lain. Namun yang pasti adalah anggapan Kota B ini tidak mewakili kebenaran yang terjadi selain dari apa yang menjadi anggapannya.
Dan itulah yang menjadi dasar dari paham kata "Berpulang" dengan anggapan bahwa diawali dengan kehadiran kemudian ditinggalkan dengan anggapan kembali ke tempat asalnya.
Yang jika dikaitkan dengan kelahiran dan kematian, kelahiran dianggap sebagai kehadiran dan kemudian kematian dianggap sebagai kembalinya ke alam sebelum ia datang.
Masalah ini termuat dalam kurikulum pelajaran agama budaya Sekolah Dasar di Indonesia. Dan dengan begitu, maka dasar kesalah pahaman ini tentu mengakar dalam benak setiap orang di Indonesia hingga menjadi suatu kebenaran.
Idiom
Dalam ranah bahasa, istilah dan pengembangannya, bisa saja kata Berpulang merupakan Idiom verbal untuk menggambarkan kondisi kematian dengan lebih halus atau sopan mengingat dalam ranah sosial di Indonesia menyebut kematian dibedakan menurut kehormatan atau kasta. Semisal untuk menyebut matinya binatang, menggunakan kata meninggal merupakan sikap yang berlebihan dan begitu sebaliknya menyebut seseorang yang terhormat dengan kata mati adalah sikap yang kurang bijak.
Namun jika dikembalikan ke asal mula pembentukan kata Berpulang jikapun dilibatkan dalam ranah Idiom, maka anggapan lah yang membentuk semua itu yang tentu dasarnya tidak lain dari anggapan yang hanya bertumpu pada sudut pandang Kota B dalam contoh kasus si A.
Dan jika anda memaksa bahwa kata Berpulang merupakan Idiom dari Mati, hal ini juga memang terlalu memaksa. Karena pada umumnya Idiom terbentuk dari penyatuan beberapa kata yang kemudian dijadikan istilah atas dasar kesepakatan yang bisa saling dipahami satu sama lain. Seperti misal, Buah tangan, Buah bibir dan Buah hati dan buah buahan lainnya. Buah dada tidak termasuk.
Post a Comment
Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pembaca lain
Tulis Pertanyaan