Apa Yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur ?

Apa Yang Terjadi Jika Kita Tidak Tidur ?


Tidur, merupakan cara tubuh untuk mengisi kembali energi sekaligus memproses banyak hal di dalam tubuh untuk tetap stabil dan bugar. 

Dan banyak pula yang menjadikan tidur ini sebagai pekerjaan sampai-sampai emak ngomel "Kerjanya tidur mulu lu !". Ya tapi tidak masalah jika tidur dibayar.

Saya merupakan orang yang bahkan tidak ingin ada tidur di muka bumi ini, dimana semua jam terisi dengan aktifitas dan kita bisa keluar rumah kapan saja tanpa harus mendapati suasana yang sunyi sepi dan creepy.

Dan sering merasa enggan untuk tidur meskipun badan sudah terasa remuk, dan kemudian merasa bersalah karena tidur terlalu lama hasil borongan tidur 2 hari sekaligus. 

Kenapa sih kita harus tidur ? Apa untungnya ? Bukankah itu sama saja membuang waktu percuma dan apa jadinya jika kita tidak tidur sama sekali ?

Dan untuk mengerti akan kondisi yang akan kita hadapi tanpa perlu mencoba, mungkin kita musti menanyakan pada para ahli yang tentunya sudah melakukan uji coba dan penelitian terkait masalah ini.

Efek Tidak Tidur Berhari-hari

Sebenarnya belum ada kejelasan pasti mengenai batas kemampuan manusia untuk tetap terjaga sejauh ini. Dan meskipun kemungkinan manusia bisa bertahan selama 4 hari tanpa tertidur, namun ada banyak hal yang mungkin akan terjadi pada kesehatan jasmani hingga ke masalah mental. Apa saja ?

24 pertama

Sebetulnya tidak tidur dalam 24 jam sering dialami oleh banyak orang, bahkan saya sendiri sering terjaga hingga 36 jam, tentunya dengan adanya gejala-gejala yang kadang sudah timbul seperti :

  • Mengantuk sudah pasti
  • Kelelahan
  • Emosional
  • Tidak fokus
  • Loyo
  • Otot tegang
  • Tubuh tidak stabil hingga gemetar
  • Penglihatan suka kabur


36 Jam

Setelah 36 jam pertama, ada berbagai macam gejala yang semakin membuat kacau yang dipengaruhi oleh hormon koristol, insulin dan lainnya.

Dampak yang timbul dari kacaunya produksi hormon ini meliputi :

  • Stres
  • Kelelahan parah
  • Hilang konsentrasi bahkan hingga kehilangan kemampuan bicara dengan baik
  • Tidak bisa berpikir jernih dan tidak solutif
  • Tidak Good-Looking


48 Jam (2 Hari)

Di fase ini umumnya tubuh akan memaksa untuk masuk ke mode tidur dan jarang orang yang mampu bertahan untuk tetap terjaga. Dan bisa jadi tanpa sengaja masuk ke microsleep yang merupakan tidur singkat selama 30 detik. 

Hal ini sangat berhaya jika terjadi pada seseorang yang tengah berkendara, apalagi dengan kecepatan tinggi karena dalam 30 detik hal buruk bisa saja terjadi.

Dan tidak selesai disitu, terbangun dari kondisi microsleep pun tubuh tidak akan stabil dalam sekejap.

72 Jam (3 Hari)

Di hari ketiga, semua gejala yang terjadi di dua hari sebelumnya kian bertambah parah.

Keinginan untuk segera tidur akan meningkat dan kebanyakan orang tidak akan bertahan. Namun bagi yang bertahan, maka banyak hal buruk yang kemudian harus dihadapi seperti diantaranya :

  • Keleahan yang semakin parah
  • Stress dan semakin emosional
  • Sulit berkomunikasi
  • Paranoid dan Halusinasi
  • Tidak sepenuhnya berada dalam kesadaran

Dan bisa jadi kondisi metabolisme tubuh pun sudah semakin buruk di fase ini. 


Namun terlepas dari semua kondisi diatas, memang saya sendiri belum pernah mengalami karena paling lama saya bertahan hanya dua hari tidak tidur dan besoknya hibernasi. Dan ya, bangun tidur kondisi badan masih sakit semua dan kelelahan. 

Jadi buat anda yang mudah tidur, mungkin hal itu merupakan anugrah untuk anda, tapi jangan digunakan semena-mena dengan terus-terusan tidur dengan anggapan semua berawal dari mimpi. 

Karena biar gimanapun, Produktif adalah kunci mencapai kesuksesan .