
Tidak Terbaca
Jika anda sampai di halaman ini, maka judul diatas menjadi tidak relevan lagi. Secepat itu.
Dan saya tidak peduli.
Ini merupakan tulisan saya yang mungkin akan mengandung banyak hal random yang mungkin bisa berguna untuk anda yang saat ini sedang gabut, jadi lanjutkan saja.
Sejak Oktober kemarin, saya berkomitmen untuk produktif dan mengesampingkan status “Pengangguran” yang selama ini saya banggakan. Ya meskipun tidak bisa dipungkiri, seberapapun saya produktif, saya masih tetap pengangguran yang tidak terdaftar dalam instansi manapun dan tidak pula memiliki kontrak dengan siapapun.
Dan ya, kembali ke cerita, dari komitmen tersebut, banyak hal yang kemudian saya temui dan merupakan hal yang menurut saya luar biasa dan saya pikir hal ini sangat relevan untuk siapapun juga.
Tahun 2020, merupakan awal saya berhenti produktif karena saya merasa menemukan titik jenuh yang luar biasa ditambah dengan kondisi bumi yang terjangkit Pandemi global membuat saya berpikir bahwa anggapan saya itu valid.
Selama setahun penuh bahkan hingga masa pemulihan di 2021, anggapan tentang kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja akibat Pandemi, membuat saya benar-benar memaksakan diri untuk tidak melakukan apa-apa. Hingga mempelajari hal baru yang sebetulnya sudah lama ada yakni Crypto dan mencoba terjun di dunia digital tersebut.
Singkatnya, salah timing. Saya terjerembab semakin dalam, hingga merasa tidak memiliki apa-apa.
Dan ahal tersebut menambah kuat anggapan saya mengenai kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Ditambah fenomena bangkrutnya beberapa aset crypto di awal tahun 2022 menambah kuat keyakinan saya bahwa anggapan saya benar. Dan produktif bukanlah opsi yang tepat mengingat percuma produktif jika tidak ada market. Setidaknya hal itu yang selalu saya yakini.
Hingga menjelang akhir 2022, saya menyempatkan diri untuk menelisik mengenai apa yang harus saya lakukan. Dan salah satunya adalah menyempatkan diri untuk menulis blog yang kemudian tak lama dari itu kembali saya tinggalkan.
Dalam sesi tersebut dimana saya punya banyak sekali waktu luang, ada beberapa hal yang saya lakukan dan akan saya sampaikan disini yang mana hal tersebut kemudian mengubah persepsi dan menentukan apa yang kemudian terjadi pada kondisi finansial saya.
Fundamental
Dalam melakukan apapun, kita membutuhkan dasar yang kuat dan hal tersebutlah yang kemudian menopang seluruh perencanaan dan eksekusi yang kita lakukan.
Pada september, saya mengalami penurunan income sebesar 9 juta rupiah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang mana hal tersebut merupakan pemicu dari perencanaan saya.
Dengan minus sebesar itu, setidaknya bagi saya yang seorang pengangguran, maka hal yang harus saya lakukan adalah mengembalikan 9 juta menjadi income tambahan dan harus saya capai di bulan November.
Kenapa tidak Oktober ? Saya butuh waktu lebih hehe
Dan hal ini akan saya bahas lanjutannya nanti
Analisis Market
Dengan target penambahan income 9 juta, saya tidak bisa langsung bilang “OK bisa” yang jatuhnya nanti hanya berandai-andai jika tidak punya dasar. Sehingga yang saya lakukan kemudian adalah melakukan riset pasar.
Bulan Oktober saya gunakan untuk mengumpulkan data dari banyak informasi yang bisa dianggap valid dan melakukan test market. Saya gunakan sebagian besar waktu saya untuk itu setiap hari siang malam, yang kebetulan saya bukan termasuk orang-orang yang suka tidur dan butuh waktu tidur yang banyak.
Dari berbagai laporan yang saya dapat dari segala sumber yang valid, rupanya memang pada tahun 2020 market dimana saya ada disana memang tidak baik-baik saja dan keadaan mulai membaik pada 2021. Dan hal itu yang saya lewatkan karena terlanjur meyakini anggapan buruk saya.
Jadi dengan kata lain, tahun 2022 kondisi pasar sudah mulai stabil dan bisa dibilang saya cukup terlambat masuk.
Tapi, lebih baik terlambat kan dari pada tidak sama sekali.
Riset Pasar
Setelah kondisi saya pertimbangkan, mulai saya lakukan test market untuk mencari tau respon pasar dengan produk yang saya tawarkan. Dan yaa, saya mendapati respon yang cukup baik.
Data timbal baik ini yang kemudian saya gunakan untuk mulai meningkatkan produktifitas.
Inovasi
Dalam hal menjual produk, inovasi merupakan hal yang sangat penting sebagai salah satu cara untuk menjaga ketertarikan pasar terhadap produk yang kita tawarkan. Dan dalam kasus saya, inovasi ini juga sangat berpengaruh pada produktifitas, dan saya merupakan orang yang menjunjung tinggi kemalasan.
Dengan begitu saya harus mencari cara agar produktifitas meningkat dengan tetap bermalas-malasan serta tetap meningkatkan kualitas.
Jika sampai disini anda kebingungan mengenai produk apa yang saya tawarkan, market seperti apa yang saya pelajari dan darimana saya mendapatkan banyak informasi yang saya butuhkan dan peningkatan kualitas serta produktifitas macam apa yang saya lakukan dan anda memiliki banyak waktu luang, anda bisa baca-baca beberapa artikel terbaru saya. Disana banyak sekali informasi yang sampai sampaikan untuk anda pahami.
Ok, sampai disin hal-hal teknis yang saya lakukan dan membuahkan hasil, dimana pada bulan November saya berhasil mengambil balik minus 9 juta pada bulan september bahkan melebihi target.
Dan dari semua proses itu, banyak hal yang kemudian saya pelajari dan terapkan berdasar dari pengalaman singkat saya itu dan akan saya sampaikan dibawah ini. Saya harap anda punya waktu untuk membaca jika tertarik, jika tidak, silahkan tinggalkan halaman ini sekarang juga.
Informasi ini saya cukupkan sampai disini untuk anda.
Kunci Produktivitas
Baiklah jika anda masih penasaran tentang apa yang ingin saya sampaikan, maka silahkan baca semuanya hingga akhir. Dan hal itu merupakan bagian dari materi yang akan saya sampaikan. Jika anda menolak, maka informasi ini memang tidak cocok untuk anda.
Target = Goals
Sebelum kita memulai sesuatu, hal yang harus kita buat terlebih dulu adalah target. Semua hal tidak akan berjalan tanpa hal satu ini, karena hal ini merupakan bagian kunci yang membentuk poin-poin lain untuk bekerja dengan optimal. Tanpa target, mungkin semua masih bisa berjalan, namun bisa kehilangan arah atau mogok. Jadi sebelum memulai apapun, tetapkan dulu titik akhir dari perjalanan kita.
Kita analogikan begini. Kita akan menuju suatu tempat yang memiliki jarak tertentu yang mana membutuhkan proses untuk mencapai ke titik itu, baik jauh maupun dekat.
Kita ambil contoh Alfamart terdekat.
Kita harus tau lokasi Alfamart tersebut dan apa yang akan kita lakukan disana. Jika kita hanya ingin ke Alfamart tanpa kepentingan yang jelas, maka ke Alfamart pun menjadi bukan hal penting.
Kita harus membuat list detail barang apa yang akan kita beli misalnya, sehingga kita bisa tau pasti berapa biaya yang kita butuhkan untuk membawa pulang barang-barang tersebut. Dan semua harus rinci.
Kita tentu sering mendengar istilah “Jeli melihat peluang” bukan ? Itu artinya kita harus mengamati hal-hal detail hingga bagian terkecil yang membutuhkan kejelian.
Sampai disini paham ya ? Titik akhir lokasi dan detailnya ?
Karena jika kita terlalu menyepelekan detail, semua pandangan kita bisa dengan mudah terkaburkan oleh keadaan.
Misal, baru keluar rumah sudah ada teman nongkrong yang manggil, akhirnya kita ngobrol sampai lupa waktu dan lupa bahwa ada Alfamart di ujung jalan yang perlu kita sambangi.
Komitmen
Setelah membuat target, maka kita harus mengikat diri kita sepenuhnya pada target tersebut. Tidak bisa kendur atau malah lepas begitu saja. Dan harap di ingat bahwa misalpun kita mengikatnya kuat-kuat, masih ada orang lain yang peduli dan mencoba melepaskan ikatan tersebut karena khawatir kita terluka.
Biasanya orang-orang ini merupakan orang terdekat kita yang terlalu peduli hingga mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan. Yang justru menghancurkan kita.
Kampanye
Jangan merencakan sesuatu yang baik secara diam-diam. Biarkan orang lain tau dengan tujuan kita. Meskipun pada akhirnya sebagian orang akan menganggap kita gila, tapi memang itu yang kita butuhkan.
“Orang-orang besar adalah orang yang melakukan hal gila”.
Jadi jika kita sudah dianggap gila, kita punya peluang untuk sukses mencapai target kita, atau menjadi besar.
Ingat bagi yang percaya, bahwa ucapan adalah doa.
Dengan kita sampaikan tujuan kita ke orang lain, artinya kita sedang berdoa dan orang yang mendengar, secara tidak sadar akan mengulang ucapan kita di dalam benak mereka, yang artinya turut mendoakan.
Dan pada hakikatnya, kita sebagai manusia selalu membutuhkan dukungan atas rencana kita. Dan itulah tujuan kita mengumumnkan kepada orang lain.
Bayangkan jika seorang calon Presiden merencanakan pencalonannya secara diam-diam, tidak ada dukungan, tidak ada yang memilih dan sudah otomatis tidak akan jadi Presiden.
Itulah mengapa semua hal perlu di kampayekan. Dan itu harus, jangan malu. Bagaimana dengan iklan ? Itu opsional.
Rute
Jika kita sudah menetapkan titik akhir dari tujuan kita berupa target atau Goal dan berkomitmen kuat, selanjutnya adalah rute.
Rute mana yang lebih cepat dan tepat tanpa hambatan. Jalan mana yang lebih halus tidak banyak lubang dan ramai penduduk tapi tidak banyak yang nyebrang sembarangan dan lampu merah.
Dengan kita mengetahui rute, kita pun tau kendaraan apa yang kita butuhkan untuk mencapai ke tujuan dengan cepat dan tepat serta selamat.
Hal ini berkaitan dengan langkah kita dalam mencapai tujuan atau target. Apa yang kita LAKUkan untuk mencapai ke titik akhir.
Kenapa saya mencaps-lock kata LAKUkan ?
Karena dalam hal bisnis, yang kita kerjakan adalah meLAKUkan suatu produk, atau membuatnya laku terjual. Bukan hanya mengerjakan sesuatu yang kita pun merasa hal tersebut tidak berguna.
Oke kembali ke rute kita.
Dalam perihal rute ini, kita akan banyak menemui perintilan yang tidak bisa diabaikan yakni soal analisis market, bagaimana kita memilih jalur yang tepat, menentukan produk yang bisa diterima pasar atau kita ibaratkan memilih kendaraan yang cocok dan tidak menganggu kenyamanan di jalur yang ramai penduduk namun tidak banyak kendaraan besar yang lewat dll.
Konsisten
Satu langkah sudah kita tapaki sebagai langkah pertama dan langkah-langkah selanjutnya untuk mencapai teras rumah. Dan yang harus kita lakukan sekarang adalah konsisten untuk melangkah.
Jikalaupun ada kalanya kita kelelahan dijalan dan ingin sejenak beristirahat, ada banyak rest area yang bisa kita singgahi untuk melepas lelah. Tapi harap di ingat, sebagus apapun dan senyaman apapun tempat itu, bukanlah tujuan kita dan hanya sebagai tempat singgah sementara. Dan yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah kembali ke dalam rute dan terus melangkah.
Hingga sampai di tujuan. Dan selamat, anda berhasil.
Setelah target November saya terpenuhi, apakah saya berhenti disitu ? Tidak.
Dengan mekanisme yang saya lakukan dan sudah saya bahas diatas, dari sana saya bisa menentukan target-target selanjutnya yang kemudian mungkin disebut dengan “Scaling” dimana saya menjadi berani untuk menggandakan nilai target saya.
Dan yang saya lakukan adalah melakukan penambahan sebesar 25 juta setiap bulannya dari pencapaian target sebelumnya dan itu berhasil.
Ancaman Resesi
Belum lama ini saya mendengar kabar dari beberapa sumber tentang ancaman resesi dan terjadinya krisis global yang dimana hal itu dikatakan lebih parah dari krisis-krisis yang pernah terjadi sebelumnya di era modern. Yang bahkan konon hingga menyentuh ke krisis pangan yang bisa berdampak sangat buruk bagi pertumbuhan ekonomi.
Dan saya pribadi tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi karena memang bukan kapasitas saya.
Lalu, jika saja prediksi tentang adanya krisis global hingga krisis pangan itu benar terjadi di tahun 2023 yang hanya tinggal menghitung hari kita memasukinya, apakah semua informasi diatas masih relevan ?
Ya.
Post a Comment
Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pembaca lain
Tulis Pertanyaan