Mesin Waktu Dan Dunia Paralel

Mesin Waktu Dan Dunia Paralel


Dalam dunia sains, para ilmuwan hingga orang awam masih berharap dan menghitung segala kemungkinan untuk adanya mesin waktu yang masih dalam tahap "dimungkinkan" untuk diciptakan atau ditemukan. 

Meskipun ada begitu banyak teori penyanggahan yang tidak terbantahkan seperti "Grand Father Paradox" yang akhirnya justru menghadirkan teori multiverse.

Ok, karena kita bukan ilmuwan, maka hal tersebut mungkin akan membingungkan dan tidak perlu kita tinjau lebih jauh, karena tanpa teori-teori yang memusingkan itu kita bisa menciptakan mesin waktu kita sendiri.

Dalam kasus ruang dan waktu yang kita tinggali ini, waktu berjalan linear dan merupakan one way trip yang tidak memungkinkan kita untuk kembali. Semua hal yang sudah kita lalui sudah tidak ditemukan kembali atau sudah terjadi dan terlewat, tidak bisa diulang kembali dengan kondisi yang sama. Meskipun memang menyenangkan jika kita bisa mengulangnya dan memperbaiki segala kesalahan yang kita lakukan disana, tapi kembali lagi, itu merupakan perjalanan satu arah yang tidak bisa kita undo.

Lalu bagaimana kita memperbaiki kondisi saat ini dan di masa mendatang jika kita tidak bisa kembali ke masa lalu ?

Sebenarnya meskipun sekali jalan, kita masih bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki kondisi hari ini dan masa depan meski tidak benar-benar kita kembali kesana. Dengan mempelajari apa yang sudah terjadi.

Masa lalu

Setiap orang memiliki masa lalu baik berjalan indah maupun kelam, bahkan satu detik yang menyebalkan sebelumnya adalah masa lalu kita yang menyedihkan dan kita sudah lewati itu. 

Dan yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki masa lalu adalah dengan tidak mengulangi kejadian buruk yang sudah kita lakukan atau mempelajari apa yang sudah terjadi di masa lalu. 

Seperti misal dalam dunia trading, kita bisa membuka grafik rekaman masa lalu untuk mengetahui pola market di suatu instrumen, dari sana kita bisa mempelajari apa yang terjadi dan apa kemungkinan yang akan terjadi di masa kini dan masa mendatang. Disitulah kita kembali ke masa lalu untuk belajar dari sesuatu yang sudah terjadi.

Masa kini

Masa yang kita alami saat ini merupakan present time kita dan disitulah kita hidup saat ini yang kelak akan menjadi masa lalu. Ketika kita sudah kembali ke masa lalu dan belajar dari kesalahan ataupun pola yang terjadi, kita bisa membentuk masa kini dengan alur yang lebih terarah.

Banyak orang tidak mengalami perubahan dalam hidupnya lantaran tidak mengetahui hal sederhana ini, sehingga tidak ada pencapaian yang ditetapkan dan semua berjalan begitu saja hingga kemudian mati, tanpa bekas berarti layaknya figuran dalam film singkat.

Dan karena sampai sini kita telah belajar apa yang musti kita lakukan, seharusnya kita sudah bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan setidaknya untuk diri kita sendiri, karena kehidupan orang lain memang bukan urusan kita.

Masa depan

Masa yang belum kita lalui bahkan satu detik setelah kedipan mata kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Bisa jadi setelah berkedip kita kecolok atau bahkan tersandung dan jatuh menimpa ranting hingga kita kecolok.

Dengan kita sudah mengetahui apa yang terjadi dan yang tengah terjadi saat ini, kita bisa menentukan apa yang kemudian akan terjadi setidaknya untuk diri kita dan orang-orang yang kita cintai.

Dengan melihat masa depan dan menentukan apa yang seharusnya terjadi disana, kita bisa mengarahkan masa kini untuk menuju ke masa depan yang sudah kita tentukan tersebut. Disitulah kita menciptakan Goals, baik jangka pendek ataupun 5 tahunan.

Dan mau tidak mau, apa yang kita lakukan adalah untuk menuju dan membuktikan masa depan yang sudah kita ciptakan. 

Multiverse

Lalu bagaimana jika sebenarnya multiverse itu memang ada ? Ada kehidupan kita yang lain yang rupanya masih bersinggungan dengan kehidupan kita saat ini ? Dan mungkin juga mempengaruhi apa yang terjadi pada hidup kita dari masa ke masa baik masa lalu, masa kini ataupun masa depan ?

Ya, sejauh ini saya pribadi masih beranggapan bahwa multiverse atau kehidupan paralel bisa jadi benar ada seperti di film-film sci-fi. Itulah mengapa orang kadang melihat orang-orang dari jaman kerajaan melintas di depan mata seperti yang pernah saya alami sendiri. 

Dan banyak juga kejadian-kejadian yang diceritakan oleh sumber yang masih diragukan bagaimana seseorang kemudian terjebak di suatu lokasi yang tidak semestinya seperti seorang pilot yang melintas diatas jalur perang dunia II, atau kejadian-kejadian yang kemudian dianggap mistis soal bagaimana sebuah mobil taksi terjebak di gang sempit yang bahkan tidak ada jalan masuk, atau Bus yang tiba-tiba berada di tengah rimbunan hutan jati yang bahkan tidak ada jejak bus tersebut masuk kesana dan tidak dimungkinkan juga bus tersebut untuk masuk ke hutan tersebut, dan pengakuan supir bus tersebut mengatakan bahwa ia melintasi jalan normal dan tiba-tiba semuanya berubah saat bus tiba-tiba macet atau mengalami selip ban.


Meskipun pada akhirnya peristiwa tersebut hanya dianggap sebagai pengalaman mistis, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ia menembus portal dimensi multiverse

Seperti misalnya soal sebuah kota Uwentira yang sudah lama dikenal masyarakat merupakan sebuah kota gaib modern yang tidak bisa sembarangan dimasuki namun sering menyesatkan orang dan sering kali warga disana menjumpai orang-orang Uwentira dengan tanda khusus di wajahnya.


Atau yang belakangan sempat kembali heboh dan ramai diperbincangkan adalah kota Saranjana yang berada di Kalimantan yang diklaim merupakan sebuah kota modern yang tidak tampak bagi mata umum tapi banyak yang mengklaim sudah pernah atau beberapa kali melihat orang Saranjana dengan ciri yang hampir sama dengan warga Uwentira, terlepas dari hanya cerita mulut ke mulut atau berasal dari sumber cerita rakyat.

Lalu apa hubungannya dengan kita ?

Tentu anda pernah mengalami atau setidaknya mendengar istilah DejaVu ? Yakni peristiwa yang kita rasa sudah sangat familiar hingga terasa sudah pernah terjadi sebelumnya atau kita alami sebelumnya tapi bukan dalam mimpi. Hal ini memang berkaitan dengan kondisi mental seseorang menurut penelitian, namun apakah hal itu valid ? Atau memang kita pernah mengalami itu di universe yang lain ? Hehe.

Sejauh ini sih memang logikanya hanyalah otak kita merespon kondisi yang sangat kita kenal saja, dan durasi dari DejaVu ini tidak berjalan lama, biasanya dalam hitungan detik saja kemudian semua kembali normal.

Tapi, jika rupanya memang hal itu pernah kita alami di kehidupan kita yang lain yang rupanya berjalan selaras dengan kita di waktu ini, bukan tidak mungkin kita akan berbagi memori. 

Misal saja , kita yang lain sudah hidup di tahun 2030, dan kita saat ini ada di tahun 2022, yang artinya apa yang kita alami merupakan apa yang sudah kita yang di tahun 2030 alami, dan sudah menjadi ingatan suram karena mungkin tidak memiliki kesan apapun. Dan secara tidak sadar kita sudah memiliki memori tersebut, dan saat kita mengalaminya, rupanya kita merasa sudah mengalami hal tersebut lantaran sudah punya ingatan itu di otak kita yang berasal dari kita yang lain di tahun 2030. 

Mungkin kah itu terjadi ?

Dengan begitu kita bisa saling mempengaruhi untuk hidup kita yang lain dalam mengambiil keputusan dengan berbekal memori yang sudah kita alami. Semisal kita yang saat ini berada di tahun 2022, kita menghubungi kita yang lain yang berada di tahun 2015, memberikan informasi apa yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya dengan ingatan yang kita miliki. 

Meskipun memang hal itu tentu nantinya tidak akan berkaitan atau mengubah apa yang sudah terjadi di timeline kita, namun hanya akan terjadi di timeline kita yang lain. Entah sih hahaha.


Terlepas dari kehidupan multiverse dan dunia paralel ada ataupun hanya berupa teori omong kosong, dalam waktu linear kita yang sudah saya bahas diawal, kita membutuhkan masa lalu untuk mengambiil tindakan hari ini dan hal itu akan menjadi penyebab apa yang terjadi di masa depan.

Begitulah.