Layanan Pick up

Layanan Pick up

 Hai semuanya lagi, dan salam hangat untuk semuanya. Rahayu hehe.

Asli itu kali pertama saya mengucapkan salam "Rahayu" yang sering saya temukan di forum-forum khusus yang saya sendiri lupa itu forum apa mengingat saya tidak aktif di media sosial.


Ok baik, dalam tulisan ini saya ingin membahas hal menjengkelkan yang baru kemarin saya alami dan sempat merusak hari saya.

Jadi, ceritanya belum lama ini kan saya updgrade iPad ke versi yang lebih baru, bukan paling baru sih dan sudah saya bahas di artikel saya soal Upgrade iPad.

Dan karena hal itu saya jadi punya 2 Apple Pencil gen 2 yang mana tidak perlu saya pakai keduanya, sehingga memutuskan untuk menjual yang lama. Yang padahal sudah banyak berjasa untuk hidup saya selama 4 tahun terakhir. 

Hmm mungkin sudah waktunya beristirahat, pikir saya. Atau malah bisa mendatangkan hal-hal baik untuk orang yang kemudian memilikinya. Dan ya, Anda bisa membelinya melalui link dibawah ini jika menginginkan Apple Pencil saya.

Link Apple Pencil Tokopedia.

Singkat cerita, kemarin ada buyer yang membeli lewat aplikasi Shopee yang bisa anda temukan dibawah ini.

Link Apple Pencil Shopee

Transaksi pun dilakukan dan produk pun dikemas dengan rapi dan aman.

Dan kemudahan yang saya yang dalam hal ini berperan sebagai seller adalah adanya layanan pick up dari Shopee yang sudah bekerja sama dengan layanan jasa kirim yang dipilih oleh pembeli.

Sehingga saya tidak perlu keluar rumah untuk mengirimkan paket ke kantor cabang jasa kirim yang rupanya di daerah saya tidak ada. paling dekat sejauh 30 Km haha.

Penjadwalan jemput paket atau pick up pun sudah ditentukan dengan mudahnya dari dalam aplikasi Shopee sehingga yang saya perlukan adalah duduk manis dan menunggu kurir datang mengambil paket.

Jadwal pick up kala itu pada pukul 3 hingga 6 sore yang mana transaksi memang terjadi kisaran pukul 1 siang.

Dan, hingga malam hari, tidak ada kurir yang datang. Padahal pembeli menyampaikan pesan singkatnya dalam catatan belanja untuk pesanan segera dikirim lantaran urgen.

OK, itu bukan salah saya karena sepenuhnya sudah jadi tanggung jawab pihak jasa kirim atau ekspedisi yang dalam kasus ini adalah "Entar-entaranaja".

Saya tunggu hingga pukul 6 sore dan masih tidak ada tanda-tanda mas-mas kurir muncul ambil paket.

OK, mungkin tidak hari ini, pikir saya.

Malam hari si pembeli chat saya menanyakan status pengiriman yang belum juga berganti menjadi "sedang dikirim", dan saya bilang apa adanya.

Pagi hari saya cek dalam status resi yang sudah otomatis muncul saat memilih layanan pick up, rupanya paket gagal di pick up lantaran nomor penerima tidak bisa terhubung. Dan laporan tersebut muncul kisaran pukul 9 malam, yang mana hal tersebut sudah melampaui jadwal pick up yakni pada pukul 4 sore, yang tertera di app begitu.

Disini saya bingung, nomor penerima ? Jam 9 malam ?

Hari kedua, saya cek masih tidak ada laporan terbaru. Yang saya pikir pagi itu kurir bakal datang jemput paket. Ternyata hingga siang tidak ada yang terjadi hingga membuat saya harus menghubungi pihak pihak jasa pengiriman untuk menanyakan ketersediaan kurir untuk paket saya, yang rupanya tidak ada respon dengan dilayani robot. Mungkin robotnya lupa di cas.

Menanggapi hal tersebut akhirnya saya menghubungi pihak marketplace dalam hal ini Shopee untuk meminta bantuan. Dan yang terjadi saya justru diminta untuk menunggu hingga maghrib. Dikira saya lagi puasa ? 

Dan karena saya mencoba sabar karena puasa, akhirnya saya menunggu hingga magrib berharap mas kurir datang pukul bedug. Yang nyatanya tidak ada juga kurir yang muncul.

Sontak saya kembali menghubungi pihak marketplace yang tentu saja dilayani oleh orang berbeda dan harus kembali menyebutkan semua dari awal. Dan pihak marketplace meminta saya menunggu kembali dengan mereka memperpanjang jadwal pick up sembari menunggu proses yang saya sendiri tidak tau apa.

Saya sempat terpikir untuk mengganti kurir yang siap pick up dan rupanya prosesnya pun harus kembali menghubungi pihak marketplace untuk mengganti resi karena pergantian jasa kirim tidak bisa diproses otomatis melalui aplikasi.

Dan sialnya lagi karena memang sudah lewat dari pukul 6 sore, jasa pick up dari ekspedisi pengganti pun sudah tidak ada karena berakhir pada pukul 5 sore.

OK, maka yang saya lakukan disini "yang mungkin kesalahan" adalah menghubungi pembeli untuk meminta waktu. Yang saya pikir memang sudah menjadi hak pembeli mengetahui kondisi pesanannya, apalagi katanya urgen dan harus cepat. Dan ditambah lagi memang saya sudah bete dengan pelayanan yang tidak juga menemui titik terang.

Tidak lama setelah saya menghubungi pembeli, rupanya pembeli merespon. Dengan pengajuan pembatalan. Hahaha.

Dan langsung saya terima pengajuan tersebut, dengan alasan yang sama. Bahwa hal itu mutlak hak pembeli. Dan saya tidak kecewa karena pembatalan tersebut.

Yang membuat saya sampai enek adalah tidak ada kejelasan mengenai kasus saya ini dan cuma diminta menunggu tanpa kepastian. 

Dan yang lebih menyebalkan juga adalah kasus susulannya dimana pagi hari kemudian, dapat chat dari pihak marketplace yang katanya tengah memproses masalah saya tersebut dengan mengatakan bahwa status pesanan sudah berubah menjadi "Batal" yang mana laporan ditutup.

Sumpah inginku mengumpat wkwkwk.

Tidak berhenti sampai disitu.

Di hari yang sama saat saya mendapat order, saya juga memesan barang di Tokopedia, dengan jasa kirim yang berbeda yakni "silambat" dengan tarif paling murah.

Sejauh saya mengalami kasus dan disibukkan dengan masalah tersebut, saya tidak peduli dengan status pesanan saya yang baru saya cek di hari ketiga. Yang rupanya sudah 4 kali gagal pick up. 

Lah ?

Dan keterangan yang tertulis disana adalah "Penjual meminta penjadwalan ulang" dan saya sebagai pembeli diminta untuk menghubungi penjual untuk membahas kelanjutan pengiriman barang tersebut.

Dih ?

Lantas pagi di hari ketiga saya tanyakan ke penjual yang tidak ada laporan sama sekali untuk menanyakan kenapa gagal pick up sampai 4 kali. 

Yang rupanya si penjual ini mengalami kasus yang sama dengan apa yang saya alami dan sudah beberapa kali komplain ke marketplace dengan jawaban yang sama tidak jelasnya. Hingga di hari ketiga tersebut beliau izin untuk mengganti kurir dengan ongkir yang akan ia tanggung sendiri.

Dan karena saya tidak urgen dan santai, maka tentu sangat boleh dan itu lebih baik daripada harus menunggu hal yang sama sekali tidak ada kejelasannya.

Dan seller pun akhirnya mengirim pesanan saya pukul 5 sore dan resi sudah diupdate.

Karena resi sudah ganti, maka rekaman laporan gagal pick up sudah tidak muncul lagi dan tidak bisa disertakan dalam artikel ini.

Intinya, mengapa 2 jasa pengiriman tersebut bermasalah di hari yang sama di kedua aplikasi belanja terpopuler di Indonesia ?

Macam marketplace dan ekspedisi tidak terhubung satu sama lain yang mana laporan pickup di aplikasi tidak muncul ke server ekspedisi, sehingga tidak ada kurir yang ditugaskan untuk menjemput paket. 

Ditambah lagi dalam kasus saya, kantor cabang atau unit terdekat berjarak 30 Km yang mana itu bukan jarak yang dekat sehingga menunggunya semakin tidak memungkinkan.

Layanan pick up ini bukan kali pertama ini saya gunakan, setiap jual barang saya selalu menggunakan layanan ini dan saya rasa sangat membantu sekali apalagi untuk saya yang sangat malas keluar rumah. 

Dan sebelumnya semuanya berjalan dengan baik di beberapa kurir yang berbeda. 

Namun anehnya tidak untuk kasus kali ini.